Kopi Rantau, itu nama
blog yang langsung terlintas di jalan pikiran ku. Selancar jembatan tol bebas
hambatan. Padahal baru 15 menit yang lalu...aku sms teman, nanyain...kira-kira
nama blog yang asyik apa ya...sms pun terkirim......pertanyaan sedehana untuk
judul blog..
SMS
belum dibalas...trip.....(ada lampu kuning ukuran lima watt, terang di kepala
sebelah kanan), ide pun muncul. Kenapa tidak dinamakan Kopi saja, tinggal
tambah satu kata, Plup-plup....ide muncul lagi. Kata rantau, mungkin sedikit
cocok (berkata lewat, hati...kayak di sinetron di tv-tv)...ntar tak jelasin
kenapa aku mutusin dua kata itu untuk blog ini....
Tak
perlu berpikir panjang...karena jika berpikir panjang dan lebar bisa jadi
luas...kalau dah luas berat...soalnya nanti larinya ke matematika...kok makin
melantur....(dengan mimik wajah kesal)...langsung aja kembali ke topik, topik
apa aja boleh....topik akbar...topik akcaya...atau apa aja deh..yang penting
kembali ke laptop...hehehe..
Ok
ini serius....kembali dipertegas SERIUS !!!!!!!!!!! (sengaja di kasih tanda
seru...biar tampak benar-benar...........)
Singkat
cerita (perasaan dari tadi belum cerita apa-apa), secara spontan aku udah
nentuin judul blog baru dan ku pikir itu judul yang pas dan mantap...
Ok
kali ini kembali serius...Kopi dan Rantau, dua kata yang berbeda....tentunya
yang satu kopi dan satu rantau....
Kenapa
harus kopi dan kenapa harus rantau...Ok aku jelasin dari Kopi
dulu...teman-teman semuanya pasti tahu kopi, bisa dikatakan ini minuman sejuta
umat, apalagi untuk ukuran kota Pontianak. Kota yang dikenal sebagai kota
warkop....mau duduk berapa lama bebas tak ada yang mengusik..semua bebas,..meskipun
hanya minum secangkir kopi. Hanya modal 5 ribu perak sudah bisa menikmati kopi
enak..so alasan pertama karena kopi itu minuman sejuta umat..hehehhe
Selanjut..filosofi
itu, dari kopi aku buat dari singkatan....Kumpulan orang-orang pinggiran.
Kenapa,
flashback ke beberapa waktu yang lalu. Waktu masih aktif-aktifnya kuliah, saat
aku mengikut perkuliahan umum di kampus, dosen menceritakan pengalamannya akan
sekolah bagi anak-anak pinggiran di Jakarta. Satu lokasi yang dijadikan sebagai
tempat belajar bagi mereka yang tidak sempat mengenyam pendidikan secara formal
di sekolah. Sejujurnya aku merasa tertarik dan sangat tertarik. Why, because
aku juga bisa dikatakan merasakan hal yang sama seperti mereka. Untuk kuliah
mesti numpang di kampus, terus kerja biar bisa bayar kuliah. Bisa dikatakan aku
lebih beruntung dari mereka, bukan membandingkan, tapi aku mempunyai kesempatan
lebih bisa mengenyam pendidikan secara formal. Sementara bagi mereka itu adalah
kesempatan yang istimema...sehingga awalnya aku sempat tawarin ke teman-teman.
Sebagian besar menyambut dengan positif, artinya mereka setuju dengan ide
konyol ini.
But,
always problem untuk sebuah ide, entah apalah itu terkadang menjadi uji kecil
untuk melihat kesungguhan akan niat itu sendiri. Meskipun niat baik itu sudah
mendapat pahala...
Seperti
yang ini juga, ternyata teman-teman memberikan respon tidak melalui tindakan
tapi hanya berbentuk kata-kata. Ku pikir setiap orang juga bisa melakukan hal
yang sama. Niat tetaplah niat, mungkian suatu saat bisa bertemu team yang pas
dan bisa diajak bekerjasama.
Seperti
kata pepatah, tidak ada yang sia-sia dari niat baik yang kamu utarakan. Pepatah
sederhana dan ada benarnya. Karena emang benar, ternyata ada juga yang klop
dengan ide yang aku tawarkan. Entah kebetulan atau apa mungkin itu memang sudah
jatuh pada jalur yang pas. Teman kali ini memang benar-benar klop.
Berawal
dari keseringan kumpul bersama, latar belakang yang berbeda dengan kehidupan
pinggiran, dan pernah join bersama bikin kegiatan. Akhirnya aku berani untuk
menawarkan ide konyol itu lagi, jawabanya juga tetap sama. Tapi akhirnya tidak
hanya sekedar jawaban. Faktanya lima menit setelah aku utarakan niat, kita
berdua langsung meres otak kayak ibu-ibu tingkat RT lagi meras pakaian basah.
Setelah beberapa jam, akhirnya tercetuslah kata Kopi.
Kenapa
harus kopi, pertanyaan yang sempat aku lontarkan ketika kata itu menjadi satu
pilihan. Hanya ada tiga alasan bos
- Karena saat ini kita sedang minum kopi.
- Kopi ini minuman sejuta umat, tak pandang bulu, siapa mereka dan siapa anda. Semuanya bisa saja menikmati secangkir kopi hangat.
- Karena ada singkatanya bos, Kopi itu kumpulan orang-orang pinggiran, sesuai dengan misi kita dengan kemampuan masing-masing.
Hanya
tiga alasan ini yang diberikannya, wowwww...fantantis dan ini hebat. Tanpa
panjang lebar aku langsung mengiyakan. Awalnya hanya berdua, lama ke lamaan
beberapa orang ikut bergabung. Kegiatannya pun mulai berjalan, mulai dari aktif
bidang sosial sampai berbagi dengan mereka yang belum mempunyai kesempatan
lebih. Catata kita bukan organisasi makanya dinamakan kumpulan.
So....apa
hubungan dengan blog ini. Bagi aku Kopi itu mengingatkan pada mereka. Meskipun
mereka tidak ada disini, tidak ada saat ini, tapi selalu dihati. Satu penggagas
kopi pernah berkata kepada ku,
Kopi itu tak pernah mati bro...dia selalu ada di hati kita. Ada soul untuk
itu, jadi kemana pun aku, dan semua mereka berada, kopi tetap ada di hati.
Sehingga
aku berpikir, kata kopi itu layak untuk ini.
Lho
kok rantau malah ikut-ikutan. Rantau itu aku potong dari kata perantau, awal pe
-nya aku buang. Jadi yang tertinggal hanya rantau. Alasan tambahanya, kami-kami
yang ada di Kopi ini asli anak perantau. Berjuang untuk meraih mimpi masing-masing
dan kemudian mewujudkannya. Semua punya mimpi dan semua punya kesempatan untuk
mewujudkan. hari ini aku bermimpi rasa kopi kembali hadir, pahit dan manis
semua bercampur menjadi satu mengarungi kehidupan ini. Happy Brithday KOPI 24
April 2007.........
Selamat
Kopi Rantau..Good Luck dan Sukses Selalu
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus