Halaman

Selasa, 27 Desember 2011

Kopi Rantau

Kopi Rantau, itu nama blog yang langsung terlintas di jalan pikiran ku. Selancar jembatan tol bebas hambatan. Padahal baru 15 menit yang lalu...aku sms teman, nanyain...kira-kira nama blog yang asyik apa ya...sms pun terkirim......pertanyaan sedehana untuk judul blog..
SMS belum dibalas...trip.....(ada lampu kuning ukuran lima watt, terang di kepala sebelah kanan), ide pun muncul. Kenapa tidak dinamakan Kopi saja, tinggal tambah satu kata, Plup-plup....ide muncul lagi. Kata rantau, mungkin sedikit cocok (berkata lewat, hati...kayak di sinetron di tv-tv)...ntar tak jelasin kenapa aku mutusin dua kata itu untuk blog ini....


Tak perlu berpikir panjang...karena jika berpikir panjang dan lebar bisa jadi luas...kalau dah luas berat...soalnya nanti larinya ke matematika...kok makin melantur....(dengan mimik wajah kesal)...langsung aja kembali ke topik, topik apa aja boleh....topik akbar...topik akcaya...atau apa aja deh..yang penting kembali ke laptop...hehehe..


Ok ini serius....kembali dipertegas SERIUS !!!!!!!!!!! (sengaja di kasih tanda seru...biar tampak benar-benar...........)


Singkat cerita (perasaan dari tadi belum cerita apa-apa), secara spontan aku udah nentuin judul blog baru dan ku pikir itu judul yang pas dan mantap...


Ok kali ini kembali serius...Kopi dan Rantau, dua kata yang berbeda....tentunya yang satu kopi dan satu rantau....

Kenapa harus kopi dan kenapa harus rantau...Ok aku jelasin dari Kopi dulu...teman-teman semuanya pasti tahu kopi, bisa dikatakan ini minuman sejuta umat, apalagi untuk ukuran kota Pontianak. Kota yang dikenal sebagai kota warkop....mau duduk berapa lama bebas tak ada yang mengusik..semua bebas,..meskipun hanya minum secangkir kopi. Hanya modal 5 ribu perak sudah bisa menikmati kopi enak..so alasan pertama karena kopi itu minuman sejuta umat..hehehhe


Selanjut..filosofi itu, dari kopi aku buat dari singkatan....Kumpulan orang-orang pinggiran.


Kenapa, flashback ke beberapa waktu yang lalu. Waktu masih aktif-aktifnya kuliah, saat aku mengikut perkuliahan umum di kampus, dosen menceritakan pengalamannya akan sekolah bagi anak-anak pinggiran di Jakarta. Satu lokasi yang dijadikan sebagai tempat belajar bagi mereka yang tidak sempat mengenyam pendidikan secara formal di sekolah. Sejujurnya aku merasa tertarik dan sangat tertarik. Why, because aku juga bisa dikatakan merasakan hal yang sama seperti mereka. Untuk kuliah mesti numpang di kampus, terus kerja biar bisa bayar kuliah. Bisa dikatakan aku lebih beruntung dari mereka, bukan membandingkan, tapi aku mempunyai kesempatan lebih bisa mengenyam pendidikan secara formal. Sementara bagi mereka itu adalah kesempatan yang istimema...sehingga awalnya aku sempat tawarin ke teman-teman. Sebagian besar menyambut dengan positif, artinya mereka setuju dengan ide konyol ini.


But, always problem untuk sebuah ide, entah apalah itu terkadang menjadi uji kecil untuk melihat kesungguhan akan niat itu sendiri. Meskipun niat baik itu sudah mendapat pahala...


Seperti yang ini juga, ternyata teman-teman memberikan respon tidak melalui tindakan tapi hanya berbentuk kata-kata. Ku pikir setiap orang juga bisa melakukan hal yang sama. Niat tetaplah niat, mungkian suatu saat bisa bertemu team yang pas dan bisa diajak bekerjasama.


Seperti kata pepatah, tidak ada yang sia-sia dari niat baik yang kamu utarakan. Pepatah sederhana dan ada benarnya. Karena emang benar, ternyata ada juga yang klop dengan ide yang aku tawarkan. Entah kebetulan atau apa mungkin itu memang sudah jatuh pada jalur yang pas. Teman kali ini memang benar-benar klop.


Berawal dari keseringan kumpul bersama, latar belakang yang berbeda dengan kehidupan pinggiran, dan pernah join bersama bikin kegiatan. Akhirnya aku berani untuk menawarkan ide konyol itu lagi, jawabanya juga tetap sama. Tapi akhirnya tidak hanya sekedar jawaban. Faktanya lima menit setelah aku utarakan niat, kita berdua langsung meres otak kayak ibu-ibu tingkat RT lagi meras pakaian basah. Setelah beberapa jam, akhirnya tercetuslah kata Kopi.


Kenapa harus kopi, pertanyaan yang sempat aku lontarkan ketika kata itu menjadi satu pilihan. Hanya ada tiga alasan bos

  1. Karena saat ini kita sedang minum kopi.
  2. Kopi ini minuman sejuta umat, tak pandang bulu, siapa mereka dan siapa anda. Semuanya bisa saja menikmati secangkir kopi hangat.
  3. Karena ada singkatanya bos, Kopi itu kumpulan orang-orang pinggiran, sesuai dengan misi kita dengan kemampuan masing-masing.

Hanya tiga alasan ini yang diberikannya, wowwww...fantantis dan ini hebat. Tanpa panjang lebar aku langsung mengiyakan. Awalnya hanya berdua, lama ke lamaan beberapa orang ikut bergabung. Kegiatannya pun mulai berjalan, mulai dari aktif bidang sosial sampai berbagi dengan mereka yang belum mempunyai kesempatan lebih. Catata kita bukan organisasi makanya dinamakan kumpulan.


So....apa hubungan dengan blog ini. Bagi aku Kopi itu mengingatkan pada mereka. Meskipun mereka tidak ada disini, tidak ada saat ini, tapi selalu dihati. Satu penggagas kopi pernah berkata kepada ku, 

Kopi itu tak pernah mati bro...dia selalu ada di hati kita. Ada soul untuk itu, jadi kemana pun aku, dan semua mereka berada, kopi tetap ada di hati. 

Sehingga aku berpikir, kata kopi itu layak untuk ini.


Lho kok rantau malah ikut-ikutan. Rantau itu aku potong dari kata perantau, awal pe -nya aku buang. Jadi yang tertinggal hanya rantau. Alasan tambahanya, kami-kami yang ada di Kopi ini asli anak perantau. Berjuang untuk meraih mimpi masing-masing dan kemudian mewujudkannya. Semua punya mimpi dan semua punya kesempatan untuk mewujudkan. hari ini aku bermimpi rasa kopi kembali hadir, pahit dan manis semua bercampur menjadi satu mengarungi kehidupan ini. Happy Brithday KOPI 24 April 2007.........


Selamat Kopi Rantau..Good Luck dan Sukses Selalu

1 komentar: