Halaman

Selasa, 27 Desember 2011

Sukses

Orang bilang, suskes itu kegagalan yang tertunda. Namun aku berbeda dengan mereka yang berprinsip seperti ini. Menurut ku..gagal ya gagal..bangkit dan kemudian coba lagi. Satu yang ku dapat dari berfalsafah ini. Umumnya orang susah untuk menerima realita yang terjadi.
Banyak yang memberikan kamuflase sederhana dan kemudian berkata jika kegagalan adalan kesuksesan yang tertunda. Melihat hal tersebut, aku berpikir kesuksesan memberikan sebuah standar tertentu, sehinga orang bisa dikatakan sukses, atau mencapai kesuksesan ketika melewati standar tersebut. Mungkin harus dipahami sedikit, bagi ku kegagalan itu bukan kesuksesan yang tertunda tetapi keberhasilan yang tertunda. Why ? because...keberhasilan itu berbeda dengan kesuksesan. Jika kita berpikir kesuksesan itu sama dengan keberhasilan, justru hal tersebut keliru. Nyatanya tidak semua orang yang berhasil itu bisa dikatakan suskes...dan semua orang yang sukses bisa diketakan berhasil. Keterbalikan dari dua sisi yang berbeda.


Sederhananya ketika kamu gagal, pelajari apa yang membuat kamu gagal. Tidak semua sisi membuat kamu gagal. Ada empat sisi yang nyata dan tidak mungkin kamu gagal dari semua sisi ini. Ketika kamu gagal dan kemudian kamu tahu dimana letak kegagalan, berarti kamu sudah mulai satu langkah keberhasilan. Jika dikumpulan maka menjadi titik kesuksesan yang cemerlang.


Kata orang, kesuksesan setiap orang itu berbeda, mungkin ada yang sukses sebagai manajer marketing, mungkin ada yang sukses sebagai director, master of cheremony, penyiar, wartawan, polisi atau yang lainya lagi. Bidang tersebut dikatakan sukses ketika mereka menduduki suatu profesi tertentu dan mendapat penghargaan masyarakat.

Ini juga masih dari perkataan orang, dalam dunia kerja, kita berhasil menjalani sesuatu kemudian mencapai puncaknya dan kemudian mereka berkata kita sukses. Disini menunjukkan ketika berjalan belum menyampai puncaknya, berati kita belum dikatakan sukses. Sekarang apa puncak kesuksesan itu.


Seperti yang saya katakan di awal, orang bisa dibilang sukses ketika sudah menjadi marketing, kemudian terus naik pangkat lalu menjadi Directur utama dari perusahaan utama. Saya akui mereka pantas untuk dikatakan sukses namun bagi mereka yang melewati proses itu sendiri.

Namun miris bagi saya kata sukses dan kesuksesan itu hanya untuk orang yang memiliki standar tertentu dan diakui masyarakat. Jika tidak diakui mereka tidak ada dikatakan sukses. Saya ada pertanyaan, ada orang yang mengatakan tukang sapu jalan itu sukses. Bahasa sukses yang ditunjukan itu hanya untuk orang yang memiliki kemampuan, kemampuan apa, salah satunya dari sisi ekonomi. Sehingga tidak ada yang mengatakan jika tukang sapu jalanan, atau tukang pungut sampah yang setiap paginya mengitari jalanan kota atau pembantu rumah tangga itu sukses. Ada ??????? bagi saya tidak ada yang berkata demikian.


Lucukan, padahal mereka juga pekerja keras dan ulet, tapi kenapa tidak ada yang mengatakan mereka itu sukses. Karena apa, karena kita masih mengkotakan diri dalam lingkungan kehidupan. Pola dikotomi masih melekat dalam diri kita.


Coba anda bayangkan, ketika tukang sapu jalan tidak ada. Mereka yang setiap harinya bergelut dengan pasir dan debu. Tangan yang uratnya mulai berkeluaran menggenggam erat sapu. Tidak hanya satu atau dua meter saja, bisa jadi hampir seratus atau dua ratus meter. Itu baru dari ruang lingkup pekerjaan mereka. Belum kita melihat waktunya. Disaat kita semua menikmatinya suasana malam yang terbuai mimpi indah, didampingi bantal empuk dan selimut hangat, sementara mereka harus turun dari rumah. Situasi yang terbalik. Mungkin ada yang bilang itu sudah resiko kerja masing-masing. Saya katakan kepada anda, tidak ada orang yang berniat menjadi tukang sapu. Jika diberikan pilihan mungkin mereka memilih menjadi supplier atau manager marketing, atau bisa jadi jutawan, pengusaha swasta atau yang lainnya.


Saya sendiri pun harus mengakui kekeliruan saya dan akhirnya berani berkata mereka orang-orang yang suskes. Karena apa, sukses itu dimilik orang yang bekerja dengan etos kerja tinggi, tanpa harus memandang pekerjaannya. Sukses itu dimiliki orang yang ulet, tak kenal lelah, kerja cerdas, dan satu pastinya yang tak tertinggal, berdoa dan bersyukur kepada sang pencipta. Falsafah dari antar berantah berkata “Elemen kesuksesan terdiri dari kerja keras, kerja cerdas dan giat berdoa”.


Mereka, orang yang terpinggirkan dalam lingkungan kehidupan. Namun mereka menjalani dengan penuh keikhalasan dan ketabahan. Menjalani semuanya dengan penuh tang.ung jawab, karena menyadari mereka memiliki peranan penting bagi orang lain. Tidak hanya memandang apa yang mereka kerjakan, selagi itu halal dan positif mereka mengerjakan dengan sepenuh hati.

Falsafah lain lagi dari orang antah berantah, “orang sukses itu ketika ia bisa mensukseskan orang lain”. Nabi Muhammad sangat terbilang sukses, bagaimana ia mensukseskan orang dari kegelapan menuju ke dunia terang benderang. Mereka yang belum mengetahui bagaimana itu proses kebaikan, bersyukur serta berbuat untuk orang lain, menjadi mengetahui ketika berada dalam bimbingan sang baginda rasul kita. Mereka yang belum menyadari apa peran mereka di dunia menjadi mengeri akan hal tersebut. Masing-masing dari kita memiliki peran masing-masing dan saling berkaitan seperti rantai makanan yang dijelaskan dalam pelajaran biologi saat kita sama dulu.


Sukses itu pun ketika ia melewati proses dan ia memahami proses tersebut. Bagaimana orang bisa memahami kesuksesan ketika tidak melewati sebuah proses. Semuanya ingin terjadi secara instan. Akibatnya orang-orang yang melewati proses ini menjadi terpinggirkan. Saya meyakini ketika orang tidak melewati proses ini, mereka tidak akan memahami arti dari sebuah kesuksesan.


Saat ini, ketika bukanya lowongan CPNS atau apalah namanya, menjadi buruan yang menarik bagi pemburu pekerjaan. Berbagai macam cara pun dilakukan, mulai dari masuk pintu belakang, sampai dari titipan seseorang. Hal ini harus disadari, ketika mereka melakoni pekerjaan itu tidak akan memiliki etos kerja dan spirit untuk memberikan kesuksesan kepada orang lain. Proses itu penting untuk mencapai kesuksesan yang maksimal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar