Orang bilang, suskes
itu kegagalan yang tertunda. Namun aku berbeda dengan mereka yang berprinsip
seperti ini. Menurut ku..gagal ya gagal..bangkit dan kemudian coba lagi. Satu
yang ku dapat dari berfalsafah ini. Umumnya orang susah untuk menerima realita
yang terjadi.
Banyak yang memberikan
kamuflase sederhana dan kemudian berkata jika kegagalan adalan kesuksesan yang
tertunda. Melihat hal tersebut, aku berpikir kesuksesan memberikan sebuah
standar tertentu, sehinga orang bisa dikatakan sukses, atau mencapai kesuksesan
ketika melewati standar tersebut. Mungkin harus dipahami sedikit, bagi ku kegagalan
itu bukan kesuksesan yang tertunda tetapi keberhasilan yang tertunda. Why ?
because...keberhasilan itu berbeda dengan kesuksesan. Jika kita berpikir
kesuksesan itu sama dengan keberhasilan, justru hal tersebut keliru. Nyatanya
tidak semua orang yang berhasil itu bisa dikatakan suskes...dan semua orang
yang sukses bisa diketakan berhasil. Keterbalikan dari dua sisi yang berbeda.
Sederhananya
ketika kamu gagal, pelajari apa yang membuat kamu gagal. Tidak semua sisi
membuat kamu gagal. Ada empat sisi yang nyata dan tidak mungkin kamu gagal dari
semua sisi ini. Ketika kamu gagal dan kemudian kamu tahu dimana letak
kegagalan, berarti kamu sudah mulai satu langkah keberhasilan. Jika dikumpulan
maka menjadi titik kesuksesan yang cemerlang.
Kata
orang, kesuksesan setiap orang itu berbeda, mungkin ada yang sukses sebagai
manajer marketing, mungkin ada yang sukses sebagai director, master of
cheremony, penyiar, wartawan, polisi atau yang lainya lagi. Bidang tersebut
dikatakan sukses ketika mereka menduduki suatu profesi tertentu dan mendapat
penghargaan masyarakat.
Ini
juga masih dari perkataan orang, dalam dunia kerja, kita berhasil menjalani
sesuatu kemudian mencapai puncaknya dan kemudian mereka berkata kita sukses.
Disini menunjukkan ketika berjalan belum menyampai puncaknya, berati kita belum
dikatakan sukses. Sekarang apa puncak kesuksesan itu.
Seperti
yang saya katakan di awal, orang bisa dibilang sukses ketika sudah menjadi
marketing, kemudian terus naik pangkat lalu menjadi Directur utama dari perusahaan
utama. Saya akui mereka pantas untuk dikatakan sukses namun bagi mereka yang
melewati proses itu sendiri.
Namun
miris bagi saya kata sukses dan kesuksesan itu hanya untuk orang yang memiliki
standar tertentu dan diakui masyarakat. Jika tidak diakui mereka tidak ada
dikatakan sukses. Saya ada pertanyaan, ada orang yang mengatakan tukang sapu
jalan itu sukses. Bahasa sukses yang ditunjukan itu hanya untuk orang yang
memiliki kemampuan, kemampuan apa, salah satunya dari sisi ekonomi. Sehingga
tidak ada yang mengatakan jika tukang sapu jalanan, atau tukang pungut sampah
yang setiap paginya mengitari jalanan kota atau pembantu rumah tangga itu
sukses. Ada ??????? bagi saya tidak ada yang berkata demikian.
Lucukan,
padahal mereka juga pekerja keras dan ulet, tapi kenapa tidak ada yang
mengatakan mereka itu sukses. Karena apa, karena kita masih mengkotakan diri
dalam lingkungan kehidupan. Pola dikotomi masih melekat dalam diri kita.
Coba
anda bayangkan, ketika tukang sapu jalan tidak ada. Mereka yang setiap harinya
bergelut dengan pasir dan debu. Tangan yang uratnya mulai berkeluaran
menggenggam erat sapu. Tidak hanya satu atau dua meter saja, bisa jadi hampir
seratus atau dua ratus meter. Itu baru dari ruang lingkup pekerjaan mereka.
Belum kita melihat waktunya. Disaat kita semua menikmatinya suasana malam yang
terbuai mimpi indah, didampingi bantal empuk dan selimut hangat, sementara
mereka harus turun dari rumah. Situasi yang terbalik. Mungkin ada yang bilang
itu sudah resiko kerja masing-masing. Saya katakan kepada anda, tidak ada orang
yang berniat menjadi tukang sapu. Jika diberikan pilihan mungkin mereka memilih
menjadi supplier atau manager marketing, atau bisa jadi jutawan, pengusaha
swasta atau yang lainnya.
Saya
sendiri pun harus mengakui kekeliruan saya dan akhirnya berani berkata mereka
orang-orang yang suskes. Karena apa, sukses itu dimilik orang yang bekerja
dengan etos kerja tinggi, tanpa harus memandang pekerjaannya. Sukses itu
dimiliki orang yang ulet, tak kenal lelah, kerja cerdas, dan satu pastinya yang
tak tertinggal, berdoa dan bersyukur kepada sang pencipta. Falsafah dari antar
berantah berkata “Elemen kesuksesan terdiri dari kerja keras,
kerja cerdas dan giat berdoa”.
Mereka, orang yang terpinggirkan dalam lingkungan kehidupan. Namun
mereka menjalani dengan penuh keikhalasan dan ketabahan. Menjalani semuanya
dengan penuh tang.ung jawab, karena menyadari mereka memiliki peranan penting
bagi orang lain. Tidak hanya memandang apa yang mereka kerjakan, selagi itu
halal dan positif mereka mengerjakan dengan sepenuh hati.
Falsafah lain lagi dari orang antah berantah, “orang sukses itu ketika
ia bisa mensukseskan orang lain”. Nabi Muhammad sangat terbilang sukses,
bagaimana ia mensukseskan orang dari kegelapan menuju ke dunia terang
benderang. Mereka yang belum mengetahui bagaimana itu proses kebaikan,
bersyukur serta berbuat untuk orang lain, menjadi mengetahui ketika berada
dalam bimbingan sang baginda rasul kita. Mereka yang belum menyadari apa peran
mereka di dunia menjadi mengeri akan hal tersebut. Masing-masing dari kita
memiliki peran masing-masing dan saling berkaitan seperti rantai makanan yang
dijelaskan dalam pelajaran biologi saat kita sama dulu.
Sukses
itu pun ketika ia melewati proses dan ia memahami proses tersebut. Bagaimana
orang bisa memahami kesuksesan ketika tidak melewati sebuah proses. Semuanya
ingin terjadi secara instan. Akibatnya orang-orang yang melewati proses ini
menjadi terpinggirkan. Saya meyakini ketika orang tidak melewati proses ini,
mereka tidak akan memahami arti dari sebuah kesuksesan.
Saat
ini, ketika bukanya lowongan CPNS atau apalah namanya, menjadi buruan yang
menarik bagi pemburu pekerjaan. Berbagai macam cara pun dilakukan, mulai dari
masuk pintu belakang, sampai dari titipan seseorang. Hal ini harus disadari,
ketika mereka melakoni pekerjaan itu tidak akan memiliki etos kerja dan spirit
untuk memberikan kesuksesan kepada orang lain. Proses itu penting untuk
mencapai kesuksesan yang maksimal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar